Intip 4 Fakta Sejarah Bir, Minuman Beralkohol Paling Populer di Dunia

Alkohol adalah salah satu yang paling populer di dunia. Mari kita lihat 4 fakta tentang sejarah taman.

Bir adalah minuman paling populer di dunia. Popularitas hati lebih besar dibandingkan dengan minuman beralkohol seperti alkohol, tequila, wiski, vodka dan banyak lagi. Bukan hanya soal rasa, bir sering dipilih karena harganya seringkali lebih murah dan lebih mudah dinyatakan.

Tahukah Anda sejarah bir? Siapa yang memproduksinya dan pada tahun berapa bir tersebut diproduksi? Gulir ke bawah dan dapatkan jawabannya!

1. Taman itu diduga dibudidayakan 7.000 tahun yang lalu!

Kita dapat mengatakan bahwa bir adalah salah satu minuman tertua di dunia. Para ahli melakukan eksperimen kimia pada bejana tembikar kuno dan menemukan bahwa hati telah dimasak di Iran 7.000 tahun yang lalu. Hasil ini mewakili penggunaan pertama yang diketahui dalam satu tahun dan mengkonfirmasi bahwa bir manusia telah diproduksi selama ribuan tahun.

Studi yang sama dilakukan di Mesopotamia (Irak sekarang) dan menemukan bahwa orang Sumeri minum bir di komunitas di mana mereka minum rumput dan makanan di China selama 6.000 tahun, dan petunjuk arkeologis menunjukkan bahwa bir dibuat 5.000 tahun yang lalu. Ini menunjukkan bahwa bir pertama kali ditemukan di Asia sebelum menyebar ke benua lain.

2. Bir diproduksi setelah orang berhasil menanam benih.

Seperti yang kita ketahui, bir terbuat dari biji-bijian seperti gandum, oat atau barley. Karena bahan utamanya adalah gandum, bir dikatakan diproduksi setelah efek pada manusia di bidang pertanian. Selain itu, orang sedang mengembangkan teknologi fermentasi untuk produksi bir.

Bir dapat disiapkan dengan berbagai cara. Di Cina, misalnya, minuman beralkohol dibuat dari bir ribuan tahun lalu dan diseduh selama setahun. Sejauh ini, bir sedang diseduh di Iran dengan menuangkannya ke dalam pot tanah liat.

3. Di masa lalu, bir istimewa dan berharga bagi orang-orang.

Di masa lalu, orang-orang dari budaya yang berbeda memperlakukan bir dengan minuman khusus. Misalnya, masyarakat Natufia menggunakan bir untuk upacara keagamaan. Sementara itu, di kota Sumuk di Uruk 5.000 tahun yang lalu, majikan membayar bir untuk pekerjaan mereka! Wah, aneh banget ya?

Kemungkinan tidak berakhir di situ. Di Mesopotamia (bekas Irak), 3.900 tahun yang lalu, lagu-lagu kuno ditulis untuk menghormati Ninkasi, akhir bir. Bir juga disebutkan dalam puisi sebelumnya yang dikenal sebagai Epik Gilgames. Ini adalah bagian dari lagunya:

Dia bosan, minum tujuh gelas bir, hatinya bersinar, wajahnya bersinar, dan dia bernyanyi dengan gembira.

4. Bir juga digunakan sebagai obat untuk looge terakhir

Minum bir tidak hanya menyenangkan, tetapi juga menyenangkan! Orang Mesir kuno digunakan untuk mengobati pasien dengan itu. Selain itu, mereka juga percaya bahwa bir adalah obat yang dapat menguatkan tubuh. Menurut sumber kuno, orang Mesir kuno percaya bahwa bir mengandung jiwa manusia.

Sekitar 100 obat di Mesir kuno juga mengandung bir. Kebun dianggap sebagai sumber nutrisi yang baik untuk tubuh, bukan hanya alkohol. Di masa lalu, anak-anak dan orang dewasa minum minuman beralkohol. Orang Mesir kuno percaya bahwa bir adalah minuman para dewa.

Baca Juga : Inilah perbedaan antara bir, anggur, dan wiski yang perlu Anda ketahui

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *