Melihat Perbedaan Bir Kaleng Dan Bir Botol

Masihlah ada pembicaraan di Amerika berkenaan yang mana lebih bagus di antara botol dan kaleng. Sekarang ini persoalan yang diangkat merujuk pada paket yang mana lebih ramah lingkungan.

Saat itu dari segi produksi, kaleng masing dipandang tambah murah.

Apa semestinya perbincangan ini ditujukan semata-mata pada kualitas? Atau pada imbas lingkungannya?

Bicara Mengenai Kualitas

Kaleng lama sama dengan bir berkualitas rendah. Ini membuat argument mengenai paket berkesan memihak pada pemakaian botol. Pemakaian kaleng yang diawali lama oleh beberapa produsen tidak terlepas dari dinamika.

Kaleng bir harus dilapis dengan bermacam bahan kimia supaya cairan bir tidak bersinggungan langsung dengan besi didalamnya. Ini dilaksanakan untuk jaga rasa dan menahan karat.

Selanjutnya di tahun 80-an, semua kaleng minuman memiliki bahan alumunium di Amerika mulai memakai polykarbonat epoxy-resin. Ini juga tidak terlepas dari pro-kontra karena dipandang berpotensi toksin. Tetapi kelompok industri tidak mempunyai opsi terkecuali memakai apa yang telah ada.

Baca Juga : 5 Wisata Museum Beer Yang Unik Banget

Factor yang lain memengaruhi kualitas bir juga harus diakui. Apa sich? Panas, sinar dan oksigen. Bir memiliki bahan dasar hop harus dijauhkan dari sinar. Dijauhkan supaya sinar tidak mengoksidasi minyak hop dan memunculkan berbau tidak lezat.

Membuat perlindungan bir dari sinar, karena itu dipakai gelas warna coklat. Tetapi kaleng yang memanglah tidak tembus pandang, dipandang sebagai opsi yang lebih bagus.

Untuk jaga kesegaran dan rasa dari bir, karena itu panas harus dijauhi. Pada point ini, kaleng harus mendapatkan nilai minus karena gelas sanggup menahan penghantaran panas.

Untuk menahan masuk keluarnya oksigen, kaleng dipandang lebih bagus karena tertutup rapat. Botol walau ditutup, rawan pada masuk keluarnya oksigen. Ini muncul karena oksigen yang ketahan pada tempat mulut botol saat ditutup. Tersisa oksigen itu mempunyai potensi membuat bir jadi lebih cepat basi.

Bicara Mengenai Keringanan Saat Dibawa

Pada point ini, kaleng benar-benar unggul. Enteng dan gampang dibawa kemana saja, hingga dipandang pas untuk semua situasi. Sementara paket memiliki bahan gelas dipandang lebih pas untuk nikmati draught beer.

Sekarang ini, beberapa produsen dan penyuplai bir mempunyai alternatif lain namanya Crowler. Crowler ialah tabung aluminum tanpa tutup. Dipakai sebagai tempat bir lewat keran tempat bir. Sebuah perangkat khusus dipakai untuk tutup Crowler sampai rapat seperti sebuah kaleng bir.

Mana Yang Lebih Ramah?

Paket kaleng yang enteng membuat paket ini dipandang lebih gampang untuk dikirim serta lebih irit energi. Selanjutnya kaleng tinggalkan tapak jejak karbon yang semakin sedikit hingga lebih ramah lingkungan. Disamping itu, mendaur ulangi kaleng dipandang lebih efektif dibanding botol/gelas.

Tetapi pada hal daur ulangi, ada peluang jika botol dikit demi sedikit bisa menjadi opsi menarik untuk beberapa peracik bir. Sebuah peraturan dari team administrasi presiden Trump diprediksi akan memengaruhi pembicaraan berkenaan botol versi bir ini.

Kaleng yang dibikin memakai bahan aluminum akan dikuasai oleh peraturan peningkatan biaya aluminium. Saat itu, daur ulangi sebuah usaha, dan beberapa bahan yang gampang didaur ulangi ialah komoditi, karena itu saat harga komoditi ini turun, makin berkurang proses daur ulangi yang diperlukan.

Bagaimana menurut kalian? Lebih tentukan bir atau botol? Sekalian pikir-pikir, bisa kok sekalian menyeruput bir dingin kegemaran kamu, asal masih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *