Review buku “B is for Beer”

Saya anggap sebentuk buku, seperti 1 pint bir, beberapa termasuk juga dalam daerah “subyektif” sebab kita mempunyai kecondongan style yang lain. Tetapi, seperti bir, buku dapat digenggam dengan empiris sesuai dengan standard. Aku pikir saya salah Lalu kenapa Anda bertambah senang bir kerajinan eksklusif di almari es Anda sampai Sinar Natty?

Bagaimana juga, sesudah barusan membaca, saya putuskan untuk cari perpustakaan untuk buku bir. Sebab buku mengenai riwayat larangan yang kuharapkan untuk dicuci dengan berhati-hati dicentang, karena itu pada akhirnya saya pergi bersama-sama Tom Robbins, “B Is for Beer”, sebentuk buku yang memvisualisasikan “Buku Beberapa anak untuk Orang Tumbuh” serta / atau ” Buku yang Ditumbuhkan untuk Beberapa anak. “Itu cukup lucu.

Selekasnya, saya harus mengubah otak saya ke “model yang kurang pintar,” sebab buku paling akhir yang saya baca sedikit bertambah berat … tetapi tidak apa, buku itu menyengaja dicatat seperti buku yang akan dibaca 7 tahun saya.

Pokok ceritanya (jangan cemas, tidak ada peringatan spoiler yang diperlukan di sini) ialah pegangan Gracie Perkins muda berumur 5 tahun yang tertarik di bir; serta bunga yang ditujukan serta ditingkatkan bertambah jauh oleh paman aneh yang dengan filosofis memilukan Paman Moe.

Bersamaan ceritanya berjalan, Gracie minum beberapa kebanyakan, mempunyai hari ulang tahun, memperhatikan konflik orangtua, berjumpa dengan peri Bir, menelusuri tempat pengerjaan bir atau 2, serta menaklukkan seorang pemabuk.

Itu sepanjang yang saya targetkan untuk mengeruk plotnya. Saya sendiri membencinya waktu sebentuk pukulan abstrak mengikuti plot buku yang pengin saya baca, serta saya tidak mau membuat kekeliruan yang serupa untuk Anda!

Isi Dari Buku Tersebut

Jadi saya cuman menjelaskan apakah yang saya pikir dari buku itu.

Beberapa bab pertama kali ialah doozy … serta tidak dalam langkah yang bagus. Saya berani bertaruh jika minimal ada 5 metafora “lucu” per halaman.

Itu meletihkan, serta tidak memunculkan tawa dari pembaca ini. Saya ketahui jika penulis dengan maksud untuk membuat artikel itu dalam buku narasi, tetapi komedi itu menyaratkan “macam yang begitu susah.”

Sesudah bab ke-4 atau ke-5 saya tidak percaya dapat meneruskan. Jadi, sama seperti yang saya kerjakan secara bir yang sebelumnya menyentuh hasrat saya, saya singkirkan buku ini sepanjang 1 atau 2 minggu (yang membuat saya telat di perpustakaan) serta balik lagi.

Buku itu bertambah lebih baik. Sesaat plotnya masih kurang susah untuk membuatnya untuk film Lifetime, itu menghibur serta saya merasakan diri saya pengin membaca sampai usai untuk mendapati nasib pahlawan wanita muda itu, Gracie. Berbintik-bintik di semua sepintas pengarang individu ambil subyek seperti politik serta agama.

Sebagian orang kemungkinan berasa kesal dengan wacana semacam itu, terlebih jika mereka tidak searah dengan ideologi mereka sendiri, tetapi Robbins menyimpannya cukup jelas serta disamping itu … tidakkah itu tujuan penulisannya … untuk sampaikan opini? Omong-omong, saya benar-benar benci dengan seluruhnya manusia serigala tidak memiliki dokumen ini yang berjalan untuk status senat, kan? Cuman bergurau.

Sudahkah anda membaca buku itu? Bila ya, bagaimana menurutmu?

Keseluruhannya, buku ini cukup membahagiakan serta dapat dibaca pada malam hari. Saya tidak memikir itu akan biaya baik di luar daerah fans bir, tetapi saya dapat salah. Bila seorang rekan menanyakan ke saya, “Nate, apa ini harus dibaca?” Saya harus menjelaskan tidak … masihlah banyak lagi “harus dibaca” di bagian bir, tetapi saya akan menjelaskannya, demikian mereka menyingkir, “Pergi karena itu!”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *